Studi Kebantenan

 

TUGAS STUDI KEBANTENAN

RESENSI BDA 2020 PADA ASPEK PENDIDIKAN

 


 


Nama:  Salsabila Husnaa

NIM: 2224190053

Kelas: 3B

 

 

 

 

 

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2020

Judul Buku: Provinsi Banten dalam Angka 2020

Pengarang: BPS Provinsi Banten

Penerbit: BPS Provinsi Banten 

Tahun Terbit: 2020 

Tebal Halaman: xlviii + 488 hal

            Tabel pertama berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid TK di bawah Kemendikbud pada tahun 2018/2019 dan 2019/2020. Dari tabel tersebut didapatkan info Kab/Kota yang memiliki jumlah TK terbanyak adalah di Kota Tangsel (2018/2019) dan Kab. Tangerang (2019/2020), sedangkan yang paling sedikit adalah di Kota Cilegon pada 2018/2019 dan 2019/2020; Jumlah guru TK terbanyak terdapat di Kota Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Serang; dan Jumlah murid TK terbanyak terdapat di Kota Tangsel dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon.

            Tabel kedua berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid RA di bawah Kemenag pada tahun 2017/2018 dan 2018/2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah RA terbanyak terdapat di Kota Tangerang dan yang paling sedikit di Kota Cilegon; Jumlah guru RA terbanyak terdapat di Kota Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Serang; dan Jumlah murid RA terbanyak terdapat di Kota Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Serang.

            Tabel ketiga berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid SD di bawah Kemendikbud pada tahun 2018/2019 dan 2019/2020. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah SD terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit di Kota Cilegon; Jumlah guru SD terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon; dan Jumlah murid SD terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon.

            Tabel keempat berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid MI di bawah Kemenag pada tahun 2017/2018 dan 2018/2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah MI terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kab. Lebak (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019); Jumlah guru MI terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kab. Lebak (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019); dan Jumlah murid MI terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kota Tangerang (2018/2019), sedangan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019). Alasan mengapa Kab. Tangerang menjadi yang paling sedikit pada jumlah sekolah, guru, dan murid pada tahun 2018/2019 karena pada tahun itu tidak ada MI yang terdata.

            Tabel kelima berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid SMP di bawah Kemendikbud pada tahun 2018/2019 dan 2019/2020. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah SMP terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit di Kota Cilegon; Jumlah guru SMP terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon; dan Jumlah murid SMP terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon.

            Tabel keenam berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid MTs di bawah Kemenag pada tahun 2017/2018 dan 2018/2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah MTs terbanyak terdapat di Kab. Lebak dan yang paling sedikit di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019); Jumlah guru MTs terbanyak terdapat di Kab. Lebak dan yang paling sedikit di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019);dan Jumlah murid MTs terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kab. Serang (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019). Alasan mengapa Kab. Tangerang menjadi yang paling sedikit pada jumlah sekolah, guru, dan murid pada tahun 2018/2019 karena pada tahun itu terjadi banyak pengurangan dari tahun sebelumnya.

            Tabel ketujuh berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid SMA di bawah Kemendikbud pada tahun 2018/2019 dan 2019/2020. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah SMA terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit di Kota Cilegon; Jumlah guru SMA terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon; dan Jumlah murid SMA terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon.

            Tabel kedelapan berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid SMK di bawah Kemendikbud pada tahun 2018/2019 dan 2019/2020. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah SMK terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit di Kota Cilegon; Jumlah guru SMK terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon; dan Jumlah murid SMK terbanyak terdapat di Kab. Tangerang dan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon.

            Tabel kesembilan berisi data jumlah sekolah, guru, dan murid MA di bawah Kemenag pada tahun 2017/2018 dan 2018/2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki jumlah MA terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kab. Lebak, Kab. Pandeglang, Kab. Serang (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019); Jumlah guru MA terbanyak terdapat di Kab. Serang (2017/2018) dan Kab. Pandeglang (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Cilegon (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019); dan Jumlah murid MA terbanyak terdapat di Kab. Tangerang (2017/2018) dan Kab. Serang (2018/2019), sedangkan yang paling sedikit terdapat di Kota Tangsel (2017/2018) dan Kab. Tangerang (2018/2019). Alasan mengapa Kab. Tangerang menjadi yang paling sedikit pada jumlah sekolah, guru, dan murid pada tahun 2018/2019 karena pada tahun itu tidak ada MA yang terdata.

            Tabel kesepuluh berisi tentang jumlah perguruan tinggi, mahasiswa, dan tenaga pendidik di bawah Kemenristekdikti pada 2019/2020. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa perguruan tinggi di Banten mengalami penurunan jumlah pada tahun 2019, di mana yang sebelumnya berjumlah 122 turun menjadi 119. Akan tetapi, penurunan ini tidak memengaruhi jumlah tenaga pendidik dan mahasiwa yang justru naik pada tahun 2019. Tabel kesebelas berisi persentase usia 7-24 tahun menurut jenis kelamin, kel. umur sekolah, partisipasi sekolah pada tahun 2017-2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kebanyakan perempuan dan laki-laki berusia 19-24 tahun di Banten sudah tidak bersekolah lagi. Hal ini menunjukkan jika mereka kemungkinan hanya bersekolah sampai SMA atau bahkan hanya sampai SD atau SMP.

            Tabel keduabelas berisi data angka partisipasi (murni dan kasar) menurut jenjang pendidikan dari tahun 2018-2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa angka partisipasi (murni dan kasar) paling tinggi terdapat di jenjang pendidikan SD, yaitu sebesar 97,97 (2018) dan 97,98 (2019). Tabel ketigabelas berisi data persentase penduduk berumur 15 tahun ke atas yang melek huruf menurut gol. umur dan daerah tempat tinggal dari tahun 2018-2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa persentase tertinggi penduduk yang melek huruf terdapat pada usia 15-24 tahun, yaitu 99,98% (2018) dan 99,97% (2019).

            Tabel keempatbelas berisi data jumlah desa/kelurahan yang memiliki fasilitas sekolah menurut Kab/Kota dan tingkat pendidikan dari tahun 2014-2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kab/Kota yang memiliki desa dengan fasilitas sekolah terbanyak adalah Kab. Lebak (SD dan SMP) dan Kab. Tangerang (SMA,SMK, dan Perguruan Tinggi). Tabel kelimabelas berisi data persentase penduduk usia 10 tahun ke atas menurt Kab/Kota dan pendidikan yang ditamatkan pada tahun 2019. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penduduk Banten yang berusia 10 tahun ke atas kebanyakan hanya lulusan SD atau bisa juga sudah menamatkan jenjang SD. Hal ini dapat dilihat di tabel, di mana 3 Kab. dan 1 Kota di Banten memiliki persentase penamatan pendidikan SD yang tinggi.

            Tabel keenambelas berisi data persentase penduduk usia 10 tahun ke atas menurut Kab/Kota dan kepandaian membaca dan menulis pada tahun 2019. Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kepandaian membaca dan menulis penduduk di Banten sudah baik. Terlihat dari persentasenya yang lebih dari 50%.

            BDA 2020 merupakan buku yang diterbitkan oleh BPS Prov. Banten. BPS atau Badan Pusat Statistik merupakan lembaga non-kementrian yang salah satu tugasnya adalah menyediakan data yang diperlukan oleh pemerintah dan masyarakat . Data yang disediakan mencakup semua aspek, salah satunya aspek pendidikan. Di buku BDA 2020, terdapat 16 tabel statistik pada aspek pendidikan. Data yang diberikan cukup lengkap sehingga antar data bisa dibandingkan. Dari data-data yang terdapat pada tabel dapat disimpulkan mengenai keadaaan pendidikan di Banten. Pendidikan di Banten bisa dibilang sudah cukup maju, akan tetapi belum merata. Masih ada banyak penduduk Banten yang belum mengenyam pendidikan tinggi bahkan mungkin hanya menamatkan SD. Meskipun begitu, banyak penduduk Banten pula yang sudah bisa membaca dan menulis.

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Laporan Ekspedisi Sumber Daya Alam Hayati di Provinsi Banten