Laporan Ekspedisi Sumber Daya Alam Hayati di Provinsi Banten

Laporan Ekspedisi

Sumber Daya Alam Hayati di Provinsi Banten



Nama: Salsabila Husnaa
Kelas: 3B
NIM: 2224190053






JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2020


Sumber daya alam merupakan segala sesuatu yang berada di alam, yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam terbagi menjadi sumber daya alam hayati dan non hayati. Sumber daya alam hayati merupakan sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup, sedangkan sumber daya alam non hayati merupakan sumber daya alam yang berasal dari non makhluk hidup. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Hampir di setiap provinsi di Indonesia memiliki sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati.

            Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayatinya. BDA 2020 mencatat banyaknya SDA hayati yang ada di Provinsi Banten pada sektor pertanian dan perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.

A.    Sektor Pertanian dan Perkebunan

SDA hayati di Provinsi Banten pada sektor pertanian dan perkebunan adalah padi dan beras, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar; Tanaman hortikultura (daun bawang, bawang merah, bayam (1496 ha; 80. 183 kuintal), buncis, cabai besar, cabai rawit, jamur, kacang panjang (1188 ha; 119.477 kuintal), kangkung (1729 ha; 107.011 kuintal), kembang kol, ketimun (1344 ha; 137.127 kuintal), kubis, labu siam, melon, petsai, semangka, terong, tomat, dan wortel); Tanaman biofarmaka (jahe (386.218 m2; 832.945 kg), laos/lengkuas (434.717 m2; 1.701.014 kg), kencur (277.320 m2; 507.777 kg), kunyit (427.278 m2; 1.014.250 kg), dlingo/dringo, kapulaga, keji beling, lempuyang, lidah buaya, mahkota dewa, mengkudu/pace, sambiloto, temuireng, temukunci, dan temulawak); Tanaman hias (adenium, aglaonema, anggrek (111.065 m2; 3.307.962 tangkai), anthurium bunga, anthurium daun, cordyline, diffenbachia, dracaena, euphorbia, pisang-pisangan, ixora, mawar, melati, palem, philodendron (25.530 m2; 1.229.540 pohon) , sanseviera, dan sedap malam (99.050 m2; 244.400 tangkai) ); Buah-buahan (alpukat, belimbing, duku, durian, jambu air, jambu biji, jengkol, jeruk besar, jeruk siam, manga, manggis, markisa, melinjo, Nangka, nans, pepaya, petai, pisang (2.308.282 kuintal), rambutan, salak, sawo, sirsak, dan sukun); Perkebunan (karet, kelapa (75.799,33 ha; 43.327 ton), kelapa sawit, kopi, lada, kakao, cengkeh, aren, kapok, pandan, vanili, kemiri, pala, teh, dan jarak).

Pada tanaman hortikultura, sebenarnya Banten juga memiliki dan memproduksi kentang, akan tetapi hanya ditemukan di Kab. Pandeglang dan Kab. Lebak, dengan luas masing-masing 1 ha dan jumlah produksi sebanyak 40 kuintal (Kab. Pandeglang) dan 90 kuintal (Kab. Lebak). Sama halnya dengan kubis. Kubis hanya ditemukan di Kab. Pandeglang dengan luas 3 ha dan jumlah produksi sebanyak 206 kuintal.

B.     Sektor Kehutanan

Provinsi Banten juga memiliki SDA hayati di sektor kehutanan, yaitu pada hutan lindung (1.039.678 ha), suaka alam dan pelestarian alam (14.564.756 ha), hutan produksi terbatas (3.958.290 ha), dan hutan produksi tetap (4.470.463 ha). Hutan-hutan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memproduksi kayu olahan berupa kayu gergajian, kayu lapis dan veneer.

C.     Sektor Peternakan

Terdiri dari sapi potong, kerbau, kambing, domba, babi, ayam kampung, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik.

D.    Sektor Perikanan

Seperti yang kita ketahui bahwa Provinsi Banten merupakan Provinsi yang dekat dengan laut. Berdasarkan BDA 2020, ikan yang ditangkap di laut mencapai 108.703,00 ton. Selain penangkapan ikan di laut, juga ada penangkapan ikan di sungai dan rawa. Tak hanya perikanan tangkap, Provinsi Banten juga kaya akan perikanan budidayanya. Selain ikan, Provinsi Banten juga memproduksi rumput laut, yaitu sebanyak 58.208,00 ton. 

Banyaknya tanaman yang tumbuh dan dibudidaya di Banten, membuktikan bahwa tanah Banten itu subur. Selain itu, Banten juga memiliki hutan dan perairan seluas 24.033.187 ha. Jadi, bisa dibayangkan betapa melimpahnya SDA hayati di Banten, sehingga kita, khususnya masyarakat Banten, harus senantiasa menjaga dan melestarikannya agar sumber daya tersebut tetap eksis. 


Daftar Pustaka

BPS Provinsi Banten. 2020. PROVINSI BANTEN DALAM ANGKA 2020. Banten: BPS Provinsi Banten


Comments